Aku Lupa Sejarah Bangsa!

sejarah indonesia

Bandung sea of fire. What happened in Bandung that day? tanya seorang teman berkebangsaan Amerika.

Beberapa jam kemudian, di pojok ruangan…. an fb chat is open.. conversation began between me and an old pal

Me: Mbakyu, jika ada teman (non Indonesian) bertanya padamu secara tiba-tiba… apa yang terjadi di Bandung saat sejarah Bandung Lautan Api… apakah Dirimu langsung bisa menjawabnya…? atau harus Googleing dulu?
Mbakyu: Googleing dulu untuk memberikan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan.
Me: ..tapi masalahnya, kau dan dia sedang ditengah sawah misalnya (atau lokasi lain yang serupa) direct conversation… dan tidak bisa Googleing at that time… kira-kira bisa jawab gak?
Mbakyu: ..maka alihkan pertanyaan dia dengan apa yang sedang anda berdua hadapi saat itu; keindahan sawah

(Si mbakyu yang satu ini memang terkenal kreatif)

Me: That happened to me mbak… and I said… ‘I don’t remember…’ Lalu sambil malu aku mulai bertanya-tanya dalam hati… “apakah hanya aku saja, anak Indonesia yang tidak hapal sejarah bangsanya?”….
Mbakyu: Tenang, menjadi satu-satunya anak Indonesia yang tidak hapal sejarah bangsanya bukanlah sesuatu yang terlalu buruk… *puk puk puk
Me: Jadi Anda hapal sejarah Bandung Lautan Api ya!!??
Mbakyu:
Tentu TIDAK!!

*fiuuuffhht

Tidak puas, saya lanjutkan survey pada beberapa teman yang lain dan mendapatkan jawaban yang nyaris sama; “tidak ingat!“the done is done” “biarlah sejarah menjadi masa lalu“… …

Lalu, apa yang salah disini….?

Saya ingat saat SD, guru seni suara menyuruh kami menghafal lagu Halo Halo Bandung dan menyanyikanya di depan kelas. Liriknya simple saja, mudah dihapal… Saya juga ingat, saat itu ada seorang teman yang menyanyikannya dengan asal-asalan dan Si Guru Seni Suara melotot sambil marah “Yang semangat!! Nyanyi Halo Halo Bandung itu harus Semangat!! Nangis pahlawanmu nanti kalau kamu nyanyinya lemes. Ayo ulangi!

Dan sepanjang ingatan saya dalam mata pelajaran sejarah adalah; guru menyuruh kami mencatat… mencatat.. dan mencatat lagi. Banyak sekali catatan… sejak SD sampai SMA. Setelah mencatat, kami diminta mengahafal… menghafal… dan menghafal agar bisa menjawab soal ulangan.

Apakah setelah ulangan kami boleh melupakan apa yang kami hafal? Memang tidak pernah ada murid yang menanyakan demikian, tapi itulah yang banyak terjadi; Saya melupakannya, tepat setelah kertas ulangan saya kumpulkan.

Jika guru sejarah punya metode mengajar sejarah yang tidak hanya sekedar mencatat dan menghafal, tapi lebih pada memahami sebuah kisah sejarah, mengkritisi, dan menghayati nilai-nilai dibaliknya… mungkin Pelajaran Sejarah akan punya makna yang berbeda; as a lesson to learn,  not only a subject to remember.

Putus asa mengingat tentang sejarah Bandung Lautan Api, akhirnya saya Googleing dan mendapatkan jawabannya:

Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 23 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Sekarang saya paham, kenapa para pahlawan akan menangis jika generasi muda menyanyikan lagu Halo Halo Bandung sambil malas-malasan.

background2

(h.Pili)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s