Berkunjung ke Dusun Brenjonk, Desa Pananggungan, Kecamatan Trawas Mojokerto – Jawa Timur. Tempat dimana kakak perempuan saya bekerja sebagai pendamping petani sayur organik Kelompok Tani Brenjonk. Awalnya cuma niat mensucikan pikiran dari hingar bingar Kota Denpasar. Hibernasi sebentar di rumah kakak di desa. Tetapi sayang kalau cuma dilewatkan untuk tiduran. Jadi waktu itu saya putuskan untuk “membuntutinya” bekerja.

Dia mengajak saya berjalan kaki keliling dusun. Karena lokasinya di pegunungan, bisa dibayangkan tracknya menanjak dan menurun. Wah.. sudah lama saya tidak jalan kaki. Di Denpasar harus naik motor kesana kemari. Tidak ada jalur pedestrian yang memadai, tidak ada publik transport yang mencukupi, bla bla bla… #kok malah curhat#.

Keliling dusun bukan untuk aksi pemetaan. Tetapi kami mengunjungi green house sayuran milik para petani. Ada green house kecil yang berukuran 3×4 meter, dan ada yang lebih besar dengan ukuran 5×10 meter. Dan uniknya green house-green house itu dibangun di pekarangan rumah para petani. Saya takjub karena ada banyak ragam sayuran disana. Mulai dari terung, cabe,  bayam, pakcoy, sawi, kubis, kembang kol, selada, kailan, brokoli, kangkung, dan ada juga tanaman lain seperti pisang, salak, durian, alpukat, pare, mentimun, markisa yang ditanam disekitar pekarangan mereka.

Saya mengamati kakak bekerja, membawa pensil dan kertas, menghitung jumlah sayur siap panen, mencatatnya, kemudian mengukur panjang sayur, mencatatnya lagi. Membuat saya penasaran; apa sih sebenernya pekerjaannya? Dan saya mulai melakukan aksi wawancara!

Kelompok Tani Brenjonk adalah program pemberdayaan masyarakat di bidang produksi sayur dan buah organic serta pemasaran. Pada tahun 2010, Kelompok Tani Brenjonk mendapat bantuan dana dari PTPN untuk membuat 10 green house kecil seluas 3×4 meter. Green house ini diberikan gratis kepada penduduk Dusun Brenjonk yang punya pekarangan kosong dan mau menanam sayuran atau buah-buahan organic. Selanjutnya, Kelompok Tani Brenjonk akan memberikan pendampingan pada petani dalam pembibitan, penanaman, pemupukan, penanggulangan hama, sertifikasi organik, hingga pemasaran.

Program ini berkembang cukup baik. Tahun 2011 – 2012, Kelompok Tani Brenjonk selanjutnya mendapat bantuan dana dari HPSPina Belanda. Hingga saat ini total petani yang mendapat bantuan Green House mencapai 40 petani. Untuk membantu petani, Green Hause yang lebih besar dengan ukuran 5 x 10 meter diberikan secara kredit.

Dan kakak saya adalah satu dari dua Pendamping Lapang Kelompok Tani Brenjonk. Tugas pendamping adalah:

  • Melakukan prediksi panen

Setiap satu minggu dua kali, pendamping harus melakukan pendataan produksi. Dari green house ke green house mengecek penanaman, mengukur tinggi sayuran, menghitung bunga dan buah, dan selanjutnya membuat perediksi panen sebagai info produk untuk tim marketing. Data ini dibutuhkan oleh tim marketing sebagai info update produksi kepada para konsumen.

  • Melakukan pendampingan untuk hama penyakit dan pemupukuan

Saat melakukan kunjungan, mereka selalu membawa kamera poket. Siap memotret dan membuat catan-catatan jika melihat sayur atau buah yang terserang hama. selanjutnya data tersebut akan diserahkan kepada ahli hama Kelompok Tani Brenjonk untuk ditindaklajuti.

Masukan dan cara-cara penanggulangan hama oleh para ahli akan diteruskan kembali kepada petani untuk diterapkan pada tanaman mereka.

  •  Membantu petani dalam sertifikasi organik

Saat ini pertanian sayur dan buah di Dusun Brenjonk telah mendapatkan sertifikasi organik dari PAMOR (Penjaminan Mutu Organik) dan sedang dalam proses seritifikasi oleh Biocert – AOI (Aliansi Organik Indonesia). Dalam hal ini, pedamping bertugas untuk membantu petani menyelesaikan semua administrasi untuk kelancaran proses sertifikasi.

  •  Buku Saku untuk info petani

Secara periodik, pendamping akan menentukan satu jenis produksi yang paling berhasil dan siapa petaninya. Informasi tentang keberhasilan tersebut akan dituangkan dalam buku saku untuk dibagikan kepada para petani sebagai catatan pembelajaran. Selain itu petani yang berhasil harus menceritakan kiat-kiat keberhasilannya dalam acara sosialisasi dan sharing yang diadakan tiap dua bulan sekali. Pada akhir program kumpulan buku saku akan dibukukan sebagai media informasi.

Kegiatan penulisan buku saku, sosialisasi dan sharing telah memicu para petani untuk bersaing sehat menghasilakn produksi terbaik!

  •  Pendekatan personal kepada petani

Setiap petani memiliki jadwal tanam. Kadang-kadang para petani tidak melakukan penanaman sesuai jadwal. Adakalanya mereka jenuh dan tidak menggarap green house selama satu musim tanam. Saat inilah pendamping dituntut untuk melakukan pendekatan kepada petani. Mencari tahu mengapa mereka tidak menanam sesuai jadwal, mengapa hasil panen mereka menurun, dan mengapa green house-nya tidak diurus. Para pendamping harus bisa mendorong petani untuk tetap semangat menghasilkan produk-produk sayur dan buah organic sebagai komoditas Dusun Brenjonk.

My Sist has a lovely job!!🙂

4 thoughts on “Brenjonk Village: Mengintip Petani Sayur Organik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s